BRMP Bali Gelar Monev Pemeliharaan Irigasi Tersier di Gianyar, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Gianyar, 31 Agustus 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pemeliharaan jaringan irigasi tersier di Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan Program Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Kementerian Pertanian untuk memastikan bantuan mendukung peningkatan fungsi jaringan irigasi di tingkat usaha tani.
Monev dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Subak Lokaserana, Desa Siangan, dan Subak Puseh, Desa Tulikup. Kegiatan bertujuan meninjau progres pekerjaan sekaligus memastikan pemanfaatan bantuan sebesar Rp100 juta pada masing-masing lokasi dikelola secara swadaya dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Di kedua subak tersebut, perbaikan jaringan irigasi menunjukkan progres positif. Pekerjaan dilaksanakan langsung oleh petani untuk memperbaiki saluran yang sebelumnya mengalami kerusakan dan menghambat pasokan air ke lahan pertanian.
Di Subak Puseh, perbaikan difokuskan pada normalisasi aliran air menuju sawah agar intensitas tanam tetap terjaga. Sementara itu, di Subak Lokaserana, pembangunan diarahkan untuk mengembalikan pasokan air ke lahan yang sebelumnya tidak dapat ditanami. Pekerjaan fisik di kedua lokasi ditargetkan rampung pada September 2026.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah kondisi medan dan akses yang cukup sulit untuk memobilisasi material bangunan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya angkut material. Oleh karena itu, pelaksanaan pekerjaan terus dikoordinasikan dan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar pembangunan dapat diselesaikan secara optimal sesuai alokasi bantuan.
Melalui program ini, keterlibatan petani diharapkan tidak hanya mempercepat perbaikan infrastruktur irigasi, tetapi juga meningkatkan partisipasi dan kepedulian dalam menjaga keberlanjutan jaringan irigasi secara kolektif.
Berfungsinya kembali jaringan irigasi akan mendukung kelancaran dan pemerataan pasokan air ke lahan pertanian, sehingga budidaya dan intensitas tanam dapat ditingkatkan. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan petani.